Selamat datang di website
PORANG_ BERSINAR

Porang

  • Harga
    ≥ 1 Unit Rp 20.000,-/kg
  • Min Pembelian 1
  • SatuanUnit
  • Update Terakhir10/01/2016
  • Formulir Pemesanan
  • Jumlah Unit
  • Pesan

Info Produk

PORANG atau iles-iles ( Sunda : ileus) , sejenis umbi-umbian yang tumbuh liar di hutan. Tanaman bergelar amorphopallus oncophillus ini, sekarang telah menjadi komodoti ekspor cukup penting di Jawa Timur.Tanaman Porang adalah tanaman daerah tropis yang termasuk family iles-iles. Tanaman ini mempunyai umbi yang kandungan Glucomanan-nya cukup tinggi
Tanaman Porang merupakan tumbuhan herba dan menchun. Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang ( totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/ katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. Tinggi tanaman dapat mencapai 1, 5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah.
Di Indonesia tanaman Porang dikenal dengan banyak nama tergantung pada daerah asalnya. Misalnya disebut acung atau acoan oray ( Sunda) , Kajrong ( Nganjuk) dll. Banyak jenis tanaman yang sangat mirip dengan Porang yaitu diantaranya: Suweg, Iles-iles dan Walur.
Manfaat Porang banyak sekali terutama untuk industri dan kesehatan, hal ini terutama karena kandungan zat Glucomanan yang ada di dalamnya. Adapun manfaat unbi Porang adalah sebagai berikut:
1. Bahan lem
2. Juli
3. Mie
4. Conyaku/ tahu
5. Felem
6. Perekat tablet
7. Pembungkus kapsul
8. Penguat kertas

Pangsa pasar umbi Porang mencakup pasar luar negeri dan dalam negeri.

1. Untuk pangsa pasar dalam negeri; umbi Porang digunakan sebagai bahan mie yang dipasarkan di swalayan, serta untuk memenuhi kebutuhan pabrik kosmetik sebagai bahan dasar.
2. Untuk pangsa pasar luar negeri; masih sangat terbuka yaitu terutama untuk tujuan Jepang, Taiwan, Korea dan beberapa negara Eropa.

Produk dipasarkan oleh LMDH binaan Perum Perhutani dalam bentuk unbi basah dan umbi kering ( chips) .
( Sumber: Biro Pembinaan dan Konservasi SDH Perhutani)